Referensi Dr. Eko Bhakti Hardiyanto , Peneliti Kehutanan UGM

Referensi Dr. Eko Bhakti Hardiyanto , Peneliti Kehutanan UGM
Dr. Eko Bhakti Hardiyanto adalah perintis & peneliti pengembangan sengon solomon di Indonesia. Klik surat di atas untuk melihat lengkapnya.

Sedia Bibit Jati Solomon

Sedia Bibit Jati Solomon
Klik foto ini untuk info lengkap.

Kebun Aren bersertifikat Hak Milik

Kami ada bbrp hektar lahan yg kami tanami aren di Sumowono, Kab. Semarang , elevasi sekitar 850 m dpl. Usia tanaman aren saat ini 8-12 bulan , dan sdg kami sulam / tambah terus.  Sertifikat HM.       Populasi tanaman per ha 200 batang , dg asumsi nantinya yg produktif minimal 120 btg. Kanan kiri lahan diapit sungai dg mata air besar yg mengalir sepanjang tahun. Tanaman indukan aren varietas dalam di desa yg sama , di sisi sungai samping lahan kami, sadap 365 hari dlm setahun , diasumsikan 250 hari sadap utk perhitungan yg konservatif. Usia sadap mulai 8-9 th, berhenti sadap di usia 19-20 tahun. Waktu akan berhenti sadap, dibiarkan 6 bulan sebelumnya, lalu ditebang kayunya, utk diambil sagu aren. Produksi nira dr tanaman indukan kami 30-40 liter / hari, atau setara 5 - 6,5 kg gula aren / pohon / hari. Harga jual gula aren kualitas baik saat ini sekitar Rp. 20.000 / kg. Jadi proyeksi hasil pendapatan bruto  per tahun per hektar dr gula adl = 5 kg x Rp.20.000 x 120 pohon x 250 hari dlm setahun = Rp.3.000.000.000 / ha / tahun. Penjualan kolang kaling per  pohon / tahun  = Rp.300.000 x 120 pohon = Rp.36.000.000 . Waktu berhenti sadap , harga jual per batang pohon usia 19 tahun ( volume log 1,3 m3 / btg pohon = Rp.750.000 ) . Dari jumlah pemasukan kotor tersebut, utk gula aren, sekitar 40 % nya dialokasikan utk bagi hasil dg  minimal 8 KK penyadap , 4 KK pengolah & pemasak, pengeluaran gas LPG,mesin2 , perawatan kebun dsb.        Peta lokasi :         Dropped Pin
https://goo.gl/maps/bMxxNt397i62